Sebelum menggali sekilas tentang Tangiers, mungkin banyak dari Anda, tidak mengetahui kandungan lengkap shisha dan cara pembuatannya. Komponen utama tembakau shisha adalah daun tembakau itu sendiri, lalu madu, gliserin, dan perasa buah alami. Penjelasan singkat tentang proses pembuatannya adalah, pertama-tama daun tembakau dijemur/dikeringkan, lalu direndam di dalam air biasa untuk melembabkannya kembali.
Untuk mengurangi kadar nikotin yang tinggi, khusus untuk pembuatan Tangiers seri Birquq, batang-batangnya disisihkan, dan kemudian daun tembakau yang sudah dipilih, dipotong kecil-kecil. Setelah itu, madu dan gliserin ditambahkan, lalu dipanggang. Setelah dipanggang, perasa buah ditambahkan ke dalamnya untuk kemudian disimpan dalam kondisi khusus untuk jangka waktu tertentu. Maka jadilah tembakau shisha.
Bagi anda yang baru mengenal hookah atau shisha, akan berasumsi bahwa tembakau shisha terbuat dari daun tembakau dan mengandung nikotin sama seperti rokok biasa. Namun, sebenarnya sebagian besar “asap” adalah uap gliserin yang sama dengan yang digunakan di kebanyakan mesin kabut, yang mana Gliserin disetujui oleh FDA (U.S. Food & Drug Administration) sebagai kandungan yang aman untuk dihirup. Dengan cara shisha, dari tembakau yang dihisap, Anda mendapatkan lebih sedikit tar dibandingkan dengan cara merokok biasa. Ini menjadikannya tidak berbahaya dan seharusnya tidak membuat ketagihan. Namun, bagi Anda yang terkait dengan penyakit kanker paru-paru dan mulut, penyakit jantung, dan penyakit serius lainnya, tetap sangat disarankan untuk tidak merokok walaupun dengan cara shisha/hookah.
Tangiers juga terkenal di seluruh komunitas shisha walau kebanyakan hanya di kelompok penggemar shisha veteran, digemari dikarenakan kekuatan tembakau dan sensasi “berdengung”nya. Daun tembakau dipetik secara manual dengan tangan, dan Tangiers (untuk Seri Burley) tidak mengolah atau mengubahnya dengan cara apa pun sehingga menghasilkan rasa alami yang unik. Tangiers seri Burley ditetapkan sebagai tembakau shisha terkuat yang diproduksi saat ini. Untuk seri ini, Tangiers memiliki prosentase nikotin 0,3%, merupakan yang paling tinggi dibandingkan dengan kebanyakan merek tembakau shisha lainnya.
Agar dapat dinikmati oleh semua kalangan, Tangiers kini menghadirkan seri Birquq. Tidak seperti untuk seri Burley, dalam pembuatannya, batang-batang daun tembakau untuk seri Birquq ini disisihkan, dimaksudkan untuk menurunkan kadar nikotinnya. Urutan seri Tangiers berdasarkan kandungan nikotinnya mulai dari yang terendah adalah Birquq, Noir, lalu Burley. Seri F-Line memiliki kandungan nikotin yang sama dengan seri Noir, hanya saja ada tambahan kafein di dalamnya.
Pabrikan Tangiers berlokasi di San Diego, California – Amerika Serikat. Sejarah penemuan Tangiers ini cukup menarik, karena seorang ahli kimia terkenal bernama Eric Hoffman Ph.D (1971-2021) memiliki andil di dalamnya, bereksperimen berdasarkan rasa tembakau sekaligus khasiatnya, berorientasi pada kesempurnaan sesuai dengan kesukaannya pada saat itu. Hasilnya, prototipe tembakau molase pertama, yang sekarang dikenal dengan merek Tangiers ini, muncul. Menurut situs resminya, peristiwa ini terjadi pada masa sebelum munculnya merek-merek lain yang pengolahan tembakaunya dilakukan secara modern. Untuk membuat produknya lebih spesial, ilmuwan tersebut secara pribadi menandatangani setiap kemasan dan memberikan nomor padanya.
